Jumat, 05 Juni 2015

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1436 H KOTA BANDAR LAMPUNG, KALIANDA, METRO, PRINGSEWU, DAN KOTA AGUNG

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1436 H
UNTUK KOTA BANDAR LAMPUNG DAN SEKITARNYA

(DALAM WIB)


        Arah Kiblat: 64° 43’                                           Lintang: 5° 25’ LS   Bujur: 105° 17’ BT

Tanggal
Imsak
Subuh
Syuruq
Zuhur
Asar
Maghrib
Isya
01 Ramadhan
18 Juni
04:34
04:44
06:03
12:02
15:25
17:57
19:11
02 Ramadhan
19 Juni
04:35
04:45
06:03
12:02
15:25
17:57
19:11
03 Ramadhan
20 Juni
04:35
04:45
06:04
12:02
15:25
17:57
19:12
04 Ramadhan
21 Juni
04:35
04:45
06:04
12:03
15:25
17:58
19:12
05 Ramadhan
22 Juni
04:35
04:45
06:04
12:03
15:25
17:58
19:12
06 Ramadhan
23 Juni
04:35
04:45
06:04
12:03
15:26
17:58
19:12
07 Ramadhan
24 Juni
04:36
04:46
06:04
12:03
15:26
17:58
19:12
08 Ramadhan
25 Juni
04:36
04:46
06:05
12:04
15:26
17:59
19:13
09 Ramadhan
26 Juni
04:36
04:46
06:05
12:04
15:26
17:59
19:13
10 Ramadhan
27 Juni
04:36
04:46
06:05
12:04
15:26
17:59
19:13
11 Ramadhan
28 Juni
04:36
04:46
06:05
12:04
15:27
17:59
19:13
12 Ramadhan
29 Juni
04:37
04:47
06:05
12:04
15:27
17:59
19:13
13 Ramadhan
30 Juni
04:37
04:47
06:05
12:05
15:27
18:00
19:14
14 Ramadhan
01 Juli
04:37
04:47
06:06
12:05
15:27
18:00
19:14
15 Ramadhan
02 Juli
04:37
04:47
06:06
12:05
15:27
18:00
19:14
16 Ramadhan
03 Juli
04:37
04:47
06:06
12:05
15:28
18:00
19:14
17 Ramadhan
04 Juli
04:38
04:48
06:06
12:05
15:28
18:01
19:14
18 Ramadhan
05 Juli
04:38
04:48
06:06
12:05
15:28
18:01
19:15
19 Ramadhan
06 Juli
04:38
04:48
06:06
12:06
15:28
18:01
19:15
20 Ramadhan
07 Juli
04:38
04:48
06:06
12:06
15:28
18:01
19:15
21 Ramadhan
08 Juli
04:38
04:48
06:07
12:06
15:29
18:01
19:15
22 Ramadhan
09 Juli
04:39
04:49
06:07
12:06
15:29
18:02
19:15
23 Ramadhan
10 Juli
04:39
04:49
06:07
12:06
15:29
18:02
19:15
24 Ramadhan
11 Juli
04:39
04:49
06:07
12:06
15:29
18:02
19:15
25 Ramadhan
12 Juli
04:39
04:49
06:07
12:07
15:29
18:02
19:15
26 Ramadhan
13 Juli
04:39
04:49
06:07
12:07
15:29
18:02
19:16
27 Ramadhan
14 Juli
04:39
04:49
06:07
12:07
15:29
18:02
19:16
28 Ramadhan
15 Juli
04:39
04:49
06:07
12:07
15:29
18:03
19:16
29 Ramadhan
16 Juli
04:40
04:50
06:07
12:07
15:30
18:03
19:16


Selasa, 12 Mei 2015

DETERMINATION DISCOURSE OF PRELIMINARY DIFFERENCES OF LUNATION IN INDONESIA: STUDY ABOUT FIQH AL-IKHTILAF AND SCIENCE


DETERMINATION DISCOURSE OF PRELIMINARY DIFFERENCES OF LUNATION IN INDONESIA: STUDY ABOUT FIQH AL-IKHTILAF AND SCIENCE




Abstrak

Differences of determination lunation initial always happened in Indonesia. Indonesia actually has a lot of experts in the field of falak and Astronomy , but make inductive inferences are often done. In this paper will discuss: What lies behind the difference early lunar month in Indonesia? How Fiqh al-Ikhtilaf and Science to analyze differences in the lunation beginning? How alternative unification lunation difference in the initial determination in Indonesia? The research method is qualitative . This study uses the approach of Fiqh al-Ikhtilaf, astronomy, and falak. The collecting data techniques are documentation and interviews . Data analysis was done since collect data process. Initial determination of the lunation differences in Indonesia's background are : difference understanding in Syar'i argument , certain beliefs , methodological issues into theological and dogmatic. The problems analysis of differences in initial of lunation in Indonesia are associated with the method and results of calculations in preliminary determination, it is an area of science, related to the selection criteria for the initial month of the Lunar is a Fiqh al-Ikhtilaf field . Bids for the initial determination of the difference unification lunation in Indonesia are : agreement methods and criteria are used as guidelines in determining the beginning of lunation, as well as the existence of an authoritative department that sets the initial lunation.

Keywords: Difference Lunation Beginning, Fiqh al-Ikhtilaf, Science

Sabtu, 11 April 2015

AKURASI JADWAL SALAT ARIUS SYAIKHI PAYAKUMBUH SEBAGAI PANDUAN WAKTU SALAT BAGI MASYARAKAT PROPINSI LAMPUNG

AKURASI JADWAL SALAT ARIUS SYAIKHI PAYAKUMBUH SEBAGAI PANDUAN WAKTU SALAT BAGI MASYARAKAT PROPINSI LAMPUNG

 




Abstract
Experts Falak, whose making the prayer schedule, some of them named it as schedule prayers of all time, eternal prayer schedule, or timetable prayers forever. In this prayer's time schedules usually have local corrections. Corrections area is a correction in the form of additions or reduce of time a couple minutes as the adjustment when the schedule are used in another city (outside the city designation). In the province of Lampung, circulated a prayer schedule used by the public. Schedule prayer was named timetable prayers forever, Tanjung Karang, Teluk Betung, Panjang, Metro, and Menggala, which are judged by Arius Syaikhi Payakumbuh. prayer schedule is widely used by people in Lampung. Next, we will discuss about the accuracy and validity of the timetable prayers and how the accuracy of the local corrections are contained inside.

Para ahli Falak yang membuat jadwal salat, ada yang menamakannya jadwal salat sepanjang masa, jadwal salat abadi, ataupun jadwal salat untuk selama-lamanya. Di dalam jadwal salat sepanjang masa biasanya terdapat koreksian daerah. Koreksian daerah adalah koreksi waktu berupa  penambahan atau pengurangannya dalam  menit sebagai bentuk penyesuaian apabila jadwal tersebut digunakan di daerah atau kota lain (di luar kota atau daerah peruntukannya). Di propinsi Lampung, beredar sebuah jadwal salat yang digunakan oleh masyarakatnya secara luas. Jadwal salat itu bernama Jadwal Waktu Salat Untuk Selama-Lamanya Tanjung Karang, Teluk Betung, Panjang, Metro, dan Menggala yang dihisab oleh Arius Syaikhi Payakumbuh. Selanjutnya akan dibahas lebih lanjut tentang akurasi dan keberlakuan Jadwal Waktu Salat tersebut digunakan sebagai pedoman awal waktu salat bagi masyarakat propinsi Lampung dan bagaimanakah akurasi penggunaan koreksian daerah yang terdapat di dalamnya.

Kata Kunci: Jadwal salat, Akurasi, Arius Syaikhi, Koreksian Daerah

Rabu, 04 Februari 2015

Praktikum Arah Kiblat

Tutorial Praktikum Arah Kiblat
Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan,
 6 Januari 2015









Data yang disiapkan adalah:
1.Perhitungan arah kiblat kota atau daerah, yakni kota Bandar Lampung
2.Perhitungan Rashd al-Qiblah pada hari tersebut.
3.Perhitungan penentuan arah kiblat menggunakan segi tiga siku-siku

Senin, 26 Januari 2015

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENETAPAN AWAL BULAN KAMARIAH DI INDONESIA

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENETAPAN AWAL BULAN KAMARIAH DI INDONESIA










Abstrak
Kerap difahami bahwa dalam penetapan awal bulan kamariah di Indonesia, pemerintah menganut faham imkanurrukyah dengan berpatokan pada kriteria 238. Tetapi dalam praktik atau kenyataannya di lapangan, pemerintah berpatokan pada keberhasilan rukyah. Walaupun keberhasilan rukyah itu harus sesuai atau memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah tersebut.

Kata Kunci: Awal Bulan Kamariah, imkanurrukyah, Indonesia

Pendahuluan

Semenjak masuknya Islam ke nusantara dan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam, mereka telah punya kebijakan tentang penetapan awal bulan kamariah dalam penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Umat Islam beramai-ramai pergi ke bukit-bukit atau pantai-pantai untuk bersama-sama menyaksikan hilal di ufuk barat saat matahari terbenam.  Jika hilal berhasil dirukyah, maka malam itu adalah malam tanggal satu dari bulan yang baru. Namun bila hilal tidak berhasil dirukyah, malam itu adalah malam hari ketiga puluh dari bulan yang sedang berlangsung.
Dalam perkembangannya terdapat juga kelompok yang menggunakan metode hisab (--baca memanfaatkan data-data hasil observasi bulan dan matahari dalam jangka waktu yang panjang sehingga data-data keduanya dapat dihitung dengan sangat teliti). Metode rukyah dan hisab ini saling bersinergi. Hasil hisab membantu pelaksanaan rukyatul hilal sedangkan observasi/ rukyatul hilal itu untuk pembuktian data hisab sekaligus mengoreksinya jika terdapat kekeliruan.
Penetapan awal bulan kamariah di Indonesia masih sering terjadi perbedaan. Permasalahan apa yang belum tuntas yang tengah dihadapi sehingga masih terdapat perbedaan dalam penentuan awal bulan Kamariah di Indonesia? Sehingga persoalan perbedaan penentuan awal bulan Kamariah ini tak kunjung selesai. Walaupun secara teknis Pemerintah telah berusaha dan mengupayakan penyatuan ini. Namun sampai sekarang belum menampakkan hasil (jika tidak disebut hanya sia-sia belaka).
Menurut penulis perbedaan tersebut disebabkan karena perbedaan kriteria. Makalah ini selanjutnya mengupas tentang kebijakan dan kriteria pemerintah dalam penetapan awal bulan Kamariah di Indonesia.

Sabtu, 10 Januari 2015

DISKURSUS TENTANG PERBEDAAN PENETAPAN AWAL BULAN KAMARIAH DI INDONESIA: KAJIAN FIQH AL-IKHTILAF DAN SAINS

DISKURSUS TENTANG PERBEDAAN PENETAPAN AWAL BULAN KAMARIAH DI INDONESIA: KAJIAN FIQH AL-IKHTILAF DAN SAINS








Abstract
Persoalan perbedaan penentuan awal bulan Kamariah semakin menggelisahkan para ahli Falak dan Astronomi di Indonesia. Semenjak bergulirnya orde Reformasi di tanah air; keterbukaan yang menjadi cirinya membuat berita-berita seputar perbedaan ini terekspos secara luas di media. Terdapat perbedaan dalam mengawali ibadah puasa Ramadan, merayakan Idul Fitri, maupun Idul Adha di kalangan umat Islam. Permasalahan apa yang belum tuntas yang tengah dihadapi sehingga masih terdapat perbedaan dalam penentuan awal bulan Kamariah di Indonesia? Kenapa para ahli Astronomi dan Ilmu Falak tidak kunjung menemukan kesepakatan? Sehingga persoalan perbedaan penentuan awal bulan Kamariah ini tak kunjung selesai. Secara teknis, Pemerintah telah berusaha dan mengupayakan penyatuan, namun sampai sekarang belum menampakkan hasil (jika tidak disebut hanya sia-sia belaka). Perbedaan penentuan awal bulan Kamariah alih-alih sebagai rahmat justru membingungkan masyarakat atau bahkan menimbulkan friksi di tengah-tengah mereka. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini adalah: Apakah  problematika yang melatarbelakangi perbedaan awal bulan Kamariah di Indonesia?, Bagaimana Fiqh al-Ikhtilaf dan Sains menganalisis perbedaan awal bulan Kamariah tersebut?, dan Bagaimana alternatif tawaran bagi penyatuan perbedaan penetapan awal bulan Kamariah di Indonesia tersebut?

Kata Kunci: Perbedaan Awal Bulan Kamariah, Fiqh al-Ikhtilaf, Sains