Tampilkan postingan dengan label Koreksi Arah Kiblat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koreksi Arah Kiblat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2011

AYAT-AYAT TENTANG KIBLAT

AYAT-AYAT  TENTANG KIBLAT[1]


Bait al-Maqdis: Kiblat Pertama Umat Islam
Kiblat pertama kaum muslimin adalah ke arah Baitul Maqdis. Pada masa-masa awal hijrah ke Madinahpun nabi masih berkiblat ke Baitul Maqdis, di Palestina.
Rangkaian QS. Al-Baqarah/2: 144 dikuatkan oleh riwayat Bukhari yang berasal dari al-Barra’ ibn ‘Azib yang mengatakan bahwa setelah Rasulullah berhijrah ke Madinah, ia salat menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan lamanya. Padahal beliau menginginkan untuk menghadap ke ka’bah. Itulah peristiwa yang melatarbelakangi ayat di atas.[2]
Terdapat hadis-hadis  yang menceritakan hal tersebut:
1.      Dari Barra’ ra, ia berkata,” Kami salat bersama-sama Rasulullah menghadap ke Bait al-Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan. Kemudian kami diperitahkan Allah supaya menghadap ke Ka’bah.” (diriwayatkan Bukhari dan Muslim)[3]
2.      Dari Ibn Umar ra, ia berkata,” Pada suatu pagi ketika kaum muslimin sedang salat Subuh di masjid Quba, sekonyong-konyong datang seseorang, lalu ia berkata,’ Sesungguhnya tadi malam telah turun kepada Rasulullah  ayat yang memerintahkan supaya salat menghadap ke Ka’bah.’ Maka hendaklah kamu semua menghadap ke sana.’ Ketika itu mereka salat menghadap ke Syam, lalu mereka bertukar arah menghadap ke Ka’bah.” (diriwayatkan muttafaq ‘alaih)[4]

Senin, 21 Juni 2010

PENGUKURAN ARAH KIBLAT DENGAN BAYANG- BAYANG MATAHARI

PENGUKURAN ARAH KIBLAT DENGAN BAYANG - BAYANG MATAHARI






Abstrak
Akhir-akhir ini umat Islam sempat dibuat bingung oleh kontroversi seputar arah kiblat. Bertubi-tubi persoalan arah kiblat dipertanyakan ulang. Bahkan  ada yang menanyakan apakah arah kiblat selama ini telah berubah. Arah kiblat kiranya tidak berubah—dalam pelaksanaan salat kita diperintahkan untuk menghadap kiblat yakni menghadap ke Ka’bah di Mekah. Tapi dari temuan beberapa orang ahli Falak ternyata banyak masjid yang arah kiblatnya kurang tepat, melenceng cukup jauh sehingga perlu  diukur ulang dan diubah sesuai dengan arah kiblat yang presisi. Di antara metode yang mudah untuk diaplikasikan oleh umat Islam mengecek ulang arah kiblat masjid adalah pada saat yaum rashd al-qiblah.