Senin, 11 April 2011

PENENTUAN WAKTU SALAT DI DAERAH SEKITAR KUTUB

TELAAH ULANG PENENTUAN WAKTU SALAT  DI DAERAH SEKITAR KUTUB [1]










 Abstrak
Penentuan awal waktu salat di daerah sekitar kutub memerlukan bahasan tersendiri. Hal ini karena perbedaan posisi  harian matahari  pada waktu-waktu tertentu  dengan yang biasa dialami oleh daerah-daerah di sekitar khatulistiwa. Misalnya kondisi syafak pada saat Magrib bersambungan dengan Fajar; yang disebut dengan continous twilight. Matahari tetap di horizon tidak turun ke bawah ufuk sehingga posisi matahari tidak mencapai posisi -20° (kriteria awal waktu Isya dan Subuh). Ini menyebabkan awal waktu Isya dan Subuh tidak teridentifikasikan secara ilmu Falak. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut akan dikaji berbagai perdapat para ulama sehingga dihasilkan sulosi yang satu sisi punya landasan secara Syar’i dan aplikatif dalam pelaksanaannya.

Kata Kunci: Awal Waktu  Salat, Waktu Puasa, Daerah Sekitar Kutub, Waktu Salat  Yang Teridentifikasi, Panjang Siang

Rabu, 06 April 2011

AYAT-AYAT TENTANG KIBLAT

AYAT-AYAT  TENTANG KIBLAT[1]


Bait al-Maqdis: Kiblat Pertama Umat Islam
Kiblat pertama kaum muslimin adalah ke arah Baitul Maqdis. Pada masa-masa awal hijrah ke Madinahpun nabi masih berkiblat ke Baitul Maqdis, di Palestina.
Rangkaian QS. Al-Baqarah/2: 144 dikuatkan oleh riwayat Bukhari yang berasal dari al-Barra’ ibn ‘Azib yang mengatakan bahwa setelah Rasulullah berhijrah ke Madinah, ia salat menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan lamanya. Padahal beliau menginginkan untuk menghadap ke ka’bah. Itulah peristiwa yang melatarbelakangi ayat di atas.[2]
Terdapat hadis-hadis  yang menceritakan hal tersebut:
1.      Dari Barra’ ra, ia berkata,” Kami salat bersama-sama Rasulullah menghadap ke Bait al-Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan. Kemudian kami diperitahkan Allah supaya menghadap ke Ka’bah.” (diriwayatkan Bukhari dan Muslim)[3]
2.      Dari Ibn Umar ra, ia berkata,” Pada suatu pagi ketika kaum muslimin sedang salat Subuh di masjid Quba, sekonyong-konyong datang seseorang, lalu ia berkata,’ Sesungguhnya tadi malam telah turun kepada Rasulullah  ayat yang memerintahkan supaya salat menghadap ke Ka’bah.’ Maka hendaklah kamu semua menghadap ke sana.’ Ketika itu mereka salat menghadap ke Syam, lalu mereka bertukar arah menghadap ke Ka’bah.” (diriwayatkan muttafaq ‘alaih)[4]

Sabtu, 02 April 2011

JADWAL IMSAKIAH RAMADAN 1430 H UNTUK KOTA BANDAR LAMPUNG

CATATAN UNTUK JADWAL IMSAKIAH RAMADAN 1430 H
UNTUK KOTA BANDAR LAMPUNG[1]







Abstrak

Dilatarbelakangi temuan jadwal-jadwal imsakiah Ramadan 1430 H yang berbeda dalam perhitungannya. Jadwal tersebut telah diedarkan secara luas di tengah-tengah masyarakat  kota Bandar Lampung. Jadwal ini berpotensi menimbulkan perbedaan-perbedaan dalam masyarakat. Perlu kiranya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pola jadwal Imsakiah yang beredar di kota Bandar Lampung pada bulan Ramadan 1430 H, faktor-faktor yang melatarbelakangi perbedaan perhitungan, dan solusi alternatif  yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan persoalan perbedaan Imsakiah tersebut.

Kata Kunci: Jadwal Imsakiah Ramadan, Koordinat Geografis Kota, Bandar Lampung

Pendahuluan
Di samping masalah penetapan awal bulan, terdapat juga masalah-masalah lain yang terkait dengan ilmu Falak. Salah satu yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah perbedaan dalam penentuan jadwal Imsakiah. Jadwal Imsakiah merupakan jadwal yang digunakan sebagai panduan dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadan. Jadwal Imsakiah sama persis  jadwal jadwal salat harian. Perbedaan dan kekhususan yang membedakan antara keduanya adalah pada jadwal Imsakiah terdapat waktu Imsak (mulai menahan/berniat untuk berpuasa).

Rabu, 23 Maret 2011

Menyaksikan Salah Satu Tanda Kebesaran Allah: Milky Way

Menyaksikan Salah Satu Tanda Kebesaran Allah:  Milky Way







Milky Way ; Galaksi Bima Sakti bukan sesuatu yang asing bagi kita. Sejak di sekolah menengah kita telah diajarkan bahwa bumi kita berada pada galaksi Bima Sakti. Ketika kuliah astronomi dengan Ustadz T Djamaluddin, kami mulai diperkenalkan lebih dekat dengan sosok galaksi kita ini.

Ketika searching di internet menyaksikan hasil foto-foto para pemerhati astronomi tentang Bima Sakti membuat bulu roma berdiri menyaksikan betapa Maha Luas dan Besarnya kekuasaan Allah. Dalam benak ini terbersit suatu keinginan kiranya suatu saat Allah memberikan kesempatan untuk menyaksikan salah satu bukti kedahsyatan alam raya ciptaan-Nya ini.

Menyoal Alternatif Tempat Rukyatul Hilal di Propinsi Lampung

Bukit Gelumpai, Kalianda



Untuk penentuan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, pemerintah melalui Kementrian Agama RI memerintahkan untuk melaksanakan observasi hilal atau rukyatul hilal. Rukyatul hilal dilaksanakan oleh masing-masing Badan Hisab Rukyat Propinsi. Bukan hanya BHR propinsi tetapi rukyatul hilal juga dilaksanakan oleh lembaga-lembaga independen yang bergelut di Bidang Astronomi dan Ilmu Falak.

Tempat observasi hilal; rukyatul hilal di propinsi Lampung yang telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah adalah Bukit Gelumpai, Kalianda-Lampung Selatan. Di Bukit Gelumpai tersebut telah didirikan bangunan sebagai tempat untuk pelaksanaan rukyatul hilal. Bagian  atap bangunan itu dicor, di atasnyalah observasi dilaksanakan. Tempat observasi Bukit Gelumpai ini bukan saja dimanfaatkan oleh BHR propinsi tetapi juga oleh fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan sebagai tempat praktikum rukyatul hilal mereka.

Jumat, 24 Desember 2010

JADWAL WAKTU SALAT ABADI


JADWAL WAKTU SALAT ABADI[1]





Abstrak
Jadwal salat untuk selama-lamanya, jadwal salat abadi, atau jadwal salat sepanjang masa disebut seperti itu karena jadwal itu dapat digunakan untuk jangka waktu yang sangat lama. Bahkan untuk hitungan abad, jadwal ini masih akurat. Biasanya dalam jadwal tersebut terdapat koreksian daerah yang keberadaannya diperselisihkan oleh para ahli Falak.

Kata Kunci: Jadwal Salat Abadi, Jadwal Salat Untuk Selama-lamanya, Jadwal Salat Sepanjang Masa, Koreksi Daerah

Pendahuluan
Kita mungkin pernah menemui jadwal salat terpajang di masjid-masjid. Di antara jadwal itu ada yang usianya telah bertahun-tahun, belasan bahkan puluhan  tahun. Para ahli Falak yang membuat jadwal tersebut, ada yang menamakannya           jadwal salat sepanjang masa , jadwal salat abadi ataupun jadwal salat untuk selama-lamanya. Sesuai dengan namanya, jadwal tersebut telah begitu lama digunakan di masjid-masjid itu.

Senin, 21 Juni 2010

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU FALAK DI INDONESIA

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU FALAK DI INDONESIA:
UPAYA PENELUSURAN[1]





Abstrak
Menarik untuk mencoba membahas sejarah perkembangan ilmu Falak di Indonesia. Perkembangan awal ilmu Falak di Nusantara adalah diadopsinya sistem penanggalan hijriah ke dalam penanggalan Jawa yang dilakukan oleh sultan Agung. Menguraikan transmisi keilmuan Falak sampai ke Nusantara. Menggambarkan bentuk pengembangan dan interaksinya dengan perkembangan ilmu pengetahuan terutama astronomi.  Serta momentum bagi kajian-kajian ilmu Falak seperti penentuan awal waktu salat, arah kiblat, awal bulan Kamariah, dan gerhana untuk reaktualisasi. Perkembangan ilmu Falak di Indonesia tidak selalu bersifat linier antara perkembangan sains dengan realita yang terjadi pada masa itu. Dengan asumsi bahwa pada pertengahan abad ke-20 metode hisab Hakiki Tahqiqi akan berkembang dengan pesat menggantikan teori lama yang telah gugur secara ilmiah; dan metode hisab Hakiki Taqribi mulai ditinggalkan orang. Tapi kenyataannya tidak seperti demikian. Metode hisab Hakiki Taqribi tetap memiliki pengikut fanatiknya bahkan sampai dengan sekarang ini, misalnya kasus metode Sullamun Nayyiran.

PENGUKURAN ARAH KIBLAT DENGAN BAYANG- BAYANG MATAHARI

PENGUKURAN ARAH KIBLAT DENGAN BAYANG - BAYANG MATAHARI






Abstrak
Akhir-akhir ini umat Islam sempat dibuat bingung oleh kontroversi seputar arah kiblat. Bertubi-tubi persoalan arah kiblat dipertanyakan ulang. Bahkan  ada yang menanyakan apakah arah kiblat selama ini telah berubah. Arah kiblat kiranya tidak berubah—dalam pelaksanaan salat kita diperintahkan untuk menghadap kiblat yakni menghadap ke Ka’bah di Mekah. Tapi dari temuan beberapa orang ahli Falak ternyata banyak masjid yang arah kiblatnya kurang tepat, melenceng cukup jauh sehingga perlu  diukur ulang dan diubah sesuai dengan arah kiblat yang presisi. Di antara metode yang mudah untuk diaplikasikan oleh umat Islam mengecek ulang arah kiblat masjid adalah pada saat yaum rashd al-qiblah.

Kamis, 13 Mei 2010

Rukyatul Hilal Dalam Penetapan Awal Bulan Kamariah

Rukyatul Hilal Dalam Penetapan Awal Bulan Kamariah[1]









Abstrak
Perdebatan seputar penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah telah banyak menguras energi umat Islam Indonesia. Inti permasalahannya adalah pendefinisaian tentang hilal. Hilal merupakan patokan untuk memulai awal bulan Kamariah. Rasulullah saw mengisyaratkan memulai puasa Ramadan dan Idul Fitri ketika melihat hilal dan mengakhirinya ketika melihat hilal di akhir bulan. Jika terhalang awan, genapkanlah Syakban atau Ramadan menjadi tiga puluh hari. Dalam makalah ini diulas tentang pelaksanaan observasi hilal; rukyatul hilal. Perlu persiapan matang agar observasi yang dilaksanakan dapat memberikan hasil optimal. Selanjutnya dapat berkontribusi bagi pengembangan observasi awal bulan Kamariah di Indonesia.

Minggu, 28 Februari 2010

Penentuan Awal Bulan: Kriteria Hisab Rukyat Sebagai Salah Satu Penyebab Utama Perbedaan Hari Raya dan Rukyat Global Vs Rukyat Lokal


Masalah Penentuan Awal Bulan:



a.Kriteria Hisab Rukyat Sebagai Salah Satu Penyebab Utama Perbedaan Hari Raya


Perbedaan antara  golongan yang berpedoman kepada hisan saja atau golongan yang berpedoman kepada rukyah saja sudah tidak mengemuka lagi. Karena penentuan awal bulan Kamariah dapat dilakukan berdasarkan hisab dan atau rukyah.
Di Indonesia, wacana yang sedang bergulir adalah penyatuan kriteria dalam merayakan hari raya dan memulai ibadah puasa Ramadan, semua golongan dan ormas Islam seperti Nahdhatul Ulama, Muhamadiyah, Persis, serta lainnya duduk bersama para ahli ilmu Falak dan astronomi dalam forum diskusi dan seminar membicarakan permasalahan ini.
Beberapa kriteriapun telah coba untuk ditawarkan sebagai alternatif solusi, Seperti kriteria Lapan T Djamaluddin, kriteria Rukyatul Hilal Indonesia (RHI), dan kriteria Suwandojo Siddiq. Kriteria-kriteria tersebut dirumuskan berdasarkan data-data visibilitas hilal di Indonesia dan atau dari berbagai hasil observasi di berbagai negara lainnya.
Terwujudnya upaya penyatuan kriteria visibilitas hilal di Indonesia ini mendesak untuk diupayakan. Mungkin pada tahun yang lalu; 1430 H adalah tahun yang relatif “aman”. Karena dalam penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah hilal pada awal-awal bulan tersebut relatif  tinggi dan memenuhi kriteria untuk dirukyah.
Tapi pada beberapa tahun ke depan tidak “aman” lagi. Sehingga apabila tidak segera terwujud kesepakatan, maka akan terulang lagi terjadinya perbedaan dalam mengawali ibadah puasa Ramadan dan berhari raya (terjadinya hari raya kembar).